Powered By Blogger

Senin, 14 Maret 2011

Konsep dasar bisnis MLM.
Saya menulis tulisan ini karena banyak sekali orang-orang indonesia bahkan hampir semuanya menganggap sistem Multi Level Marketing (MLM) adalah sebuah sistem yang tidak masuk akal/irrasional. pada umumnya orang indonesia beranggapan bahwa jika kita masuk ke sebuah bisnis MLM, maka kesengsaraan tinggal menunggu waktunya saja. Dimana orang yang awalnya mempunyai mobil mewah, rumah mewah dan sebagai macamnya menjadi miskin dan bahkan sampai tidak punya apa-apa.
Orang indonesia memang bersikap sangat terbuka dengan yang namanya informasi, apalagi sebuah informasi yang menjelek-jelekkan sesuatu. kalau anda tidak percaya coba sebarkan sebuah informasi tentang kejelekan seseorang lalu pada saat yang bersamaan anda menyebarkan prestasi dari seseorang. Yang paling cepat menyebar luas adalah informasi tentang kejelekan seseorang itu. Misalnya; Ada informasi tentang skandal seks aparat pemerintahan misalnya anggota DPR. kemudian pada saat yang bersamaan ada ilmuwan kita yang berprestasi di luar negeri. Mana yang lebih menarik perhatian masyarakat??

Hal ini juga terjadi di sistem MLM. Dimana sistem MLM yang seharusnya mensejahterakan bangsa indonesia malah dicemooh oleh bangsa indonesia sendiri hanya karena penerapan dan marketing plan yang berpihak pada perusahaan.

Oleh karena itu saya sangat merasa penting untuk menyampaikan informasi ini kepada seluruh masyarakat indonesia bahwa MLM adalah sebuah sistem yang menyejahterakan secara holistik. Dimana sila ke5 dari pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indoesia menjadi dasar sistem ini.
Semoga dengan membaca artikel ini pikiran teman2 lebih terbuka tentang bisnis MLM dan mengetahui bagaimana wujud MLM itu pada hakikatnya.
1. Metode pendistribusian barang MLM vs Retail.
Pendistribusian barang melalui Multi level Marketing (MLM) hanya melibatkan 2 pelaku yaitu perusahaan dan member MLM.Produk dapat dijual langsung karena adanya SIUPL (Surat Izin Usaha Penjalan Langsung) dari pemerintah. Sehingga dengan sistem yang seperti ini keuntungan yang dihasilkan akan maksimal dengan modal yang sekecil-kecilnya. Namun kita harus mengkaji marketing plan yang ditawarkan leh perusahaan kepada member. Karena kebanyakan MLM mempunyai marketing plan yang cenderung menguntungkan perusahaan. Ini adalah salah satu kenapa orang ggal di MLM karena hanya di iming-imingi oleh reward/hadiah sedangkan syarat-syaratnya tida disebutkan di awal.
Sedangkan pendistribusian barang melalui sistem retail melibatkan banyak distributor yaitu distributor provinsi, lokal, daerah, toko baru bisa sampai ke tangan konsumen. Hal ini akan mengakibatkan bengkaknya biaya produksi sehingga keuntungan yang didapat kecil.
So, lebih baik mana MLM/Retail?

2. Penyebab orang2 gagal di bisnis MLM.
Faktor dari dalam:
Kebanyakan orang melihat MLM sebagai sebuah pekerjaan yang gampang pada awalnya. Dimana dengan kerja yang sedikit akan menghasilkan uang yang banyak. Padahal sebenarnya tidak, untuk memulai dan mengawali bisnis MLM diperlukan karakter pekerja keras. Untuk mengembngkan jaringan kita harus memaintain jaringan kita tersebut sehingga perkembangannya maksimal.
Faktor dari luar:
Iming-iming dari perusahaan MLM:
Sekilas kita melihat marketing plan kebanyakan perusahaan MLM dengan reward, peringkat dan sistem tutup point adalah sistem yang berpihak kepada member. Padahal sebenarnya tidak, Reward adalah bonus yang ditunda-tunda dan mempunyai banyak syara untuk mendapatkannya sehingga ketika kita menginginkan reward tersebut kita harus memenuhi syarat-syarat seperti omset di kaki kiri dan kanan harus meebihi target, jika salah satu tidak memnuhi target maka kita tidak akan mendapatkan reward. Coba anda bayangkan ketika omset di kaki kiri sudah melebihi syarat sedangkan kaki kanan tidak mencapai syarat atau hampir mencapai syarat anda tidak mendapatkan apa-apa. Padahal omset yang dihasilkan oleh kita sendiri meningkat. Apa itu yang disebut sistem yang berpihak kepada member. Seharusnya semakin meningkat omset maka bonus yang kita terima harusnya makin besar. Jadi, Kalau anda mencari sebuah bisnis MLM, maka carilah bisnis MLM yang marketing plannya berpihak kepada member.
2. Bergabung menjadi member money game.
Ada 2 ciri money game:
a. Membayar tanpa mndapatkan produk
b. Mendapatkan produk yang harganya jauh diatas harga pasar.
Jika anda bertemu dengan MLM seperti ini lebaih baik anada menjauh dari bisnis MLM seperti ini.

So, Multi Level Marketing tidak selalu mendatangkan kegagalan bagi anda!!
Cobalah berpikir lebih terbuka.

Kalau anda setuju sampaikan dukungan anda ke trioga.surya@yahoo.com
Dan jika anda tidak setuju mari berdebat dengan saya di alamat diatas.

Sekian, terima kasih........maju perekonomian indonesia!!!